Rangkuman Buku Sosiolinguistik Perkenalan Awal (Abdul Chaer)

Sosiolingusitk merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan dua disiplin ilmu sosiologi dan linguistic, ilmu ini bersifat terapan dimana digunakan untuk memecah dan mengatasi masalah-masalah yang ada dalam kehidupan praktis masyarakat, bukan pada linguistic murni, karena dalam sosiolinguistik lebih pada kajian eksternal antar disiplin ilmu, (p. 2). Sosiolingusitik merupakan ilmu antardisipilin antara sosiologi dan linguistik.

ringkasan sociolinguistik abdul chaer

Sosiologi merupakan kajian yang objectif dan ilmiah megenai manusia di dalam masyarakat dan mengenai lembaga-lembaga dan proses social yang ada di dalam masyaraka. Berusaha mengatahui bagaimana masyarakat itu terjadi berlangsung  dan tetap ada , bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan lingkunganya, bersosialisasi dan menempatkan diri dan menempatkan diri pada tempatnya di masyarakat (p. 2)

Linguistik bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa  sebagai objek kajianya.

Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antar disiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitanya dengan penggunaan bahasa itu dalam masyarakat (p. 2) De Saussure (1916) bahasa adalah lembaga kemasyrakatan yang sama dengan lembaga kemasyarakatan lain seperti perkawinan.

Sosiolinguistik adalah pengembangan subbidang  linguistic yang memfokuskan penelitian pada variasi ujaran, serta mengakji dalam suatu konteks social. Meneliti kolerasi anatara factor factor social itu dengan variasi bahasa (Hickerson 1980: 81) (p. 4)

Masalah dalam kajian sosiolinguistik

Berdasarkan konfrensi sosiolinguistik pertama di universitas kalifornia, los angeles tahun 1964 terdiri dari:
  1. Indetitas social dari penutur
  2. Indentitas social dari pnedegar uangh terlibat dalam proses komunikasi
  3. Lingkungan social tempat peristiwa penutur terjadi
  4. Analisis sinkroniasasi dan diakronik dari dialek-dialek social
  5. Penilaian social yang berbeda oleh penutur akan perilaku bentuk bentuk ujaran
  6. Tingakatan variasi dan ragam linguistic
  7. Penerapan praktis dari penelitian sosioligistik (Dittmar 1976: 128)(p. 5)

Kegunaan kajian sosiolinguistik

Bermanfaat dalam berkomunikasi atau interaksim, akan memberikan pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukan bahasa, ragam bahasa atau gaya bahasa apa yang harus kita gunakan jika ketita berbicara dengan orang tertentu.  Misalkakan seorang murid akan menggunakan ragam bahasa yang berbeda saat berbicara dengan guru dan teman-temanya dan murid lain yang lebih tinggi kelasnya. (p. 7)

Komunikasi bahasa

Hakikat bahasa

Bahasa adalah sebuah sistem, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Cirri-ciri dalam hakikat bahasa itu antara lain: bahasa merupakan sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbiter, produktif, dinamis dan manusiawi(p. 11)

Setiap bahasa melambangkan suatu makna atau konsep, kuda akan bermakna sejeinis binatang yang berkaki empata yang biasa dikendarai. Akan tetapi lambang ujaran yang tidak memiliki makna maka bukan merupakan bahasa.

Bahasa bersifat sistematis artinya bahasa tersusun menurut pola tertentu, tidak tersusun secara acak atau sembarangan. Bahasa bersifat sistemis bahasa bukan merupakan sistem tunggal, melainkan dari sejumlah sub sistem yakni subsistem fonologi, morphologi, sintaksis, semantic, leksikon dan setiap bahasa memiliki sub sistem yang berbeda (p. 12)

Fungsi bahasa

Bahasa sebagai alat untuk berinteraksi atau komunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasa, ide, konsep atau perasaan. Wardhaugh (1972: 3-8) bahasa sebagai alat komunikasi manusia, baik tertulis maupun lisan. Michel 19 67; 51) fungsi bahasa mencakup 5 fungsi dasar merurut Kinneavy expression, information, exploration, persuasion, dan entertainment. (p. 15)

Akan tetapi dalam sosiolingusitk fungsi bahasa tdiak hanya menyanpaikan pikiran. who speak, what language, to whom, when, and to what end , jadi fungsi bahasa dilihat dari sudut pandang penutur, pendegar, topic, kode dan amanat pembicaraan

Dari penutur, bahasa berfungsi personal atau pribadi (fungsi emotif) Halliday 1973, Finnocchiaro 1974, Jakobson 1960) penutur menyatakan sikap (emosi) apa yang didtutukanya. Dari pendegar, berfungsi direktif  yaitu mengatur tingkah laku pendegar, (p. 15)

Dari segi kontak antara speaker dan hearer berfungsi fatik, menjalin hubungn, mememlihara, memeprelihatkan prasaab bersahabat dan solidaritas social. Topik, berfungsi referensial sebagai alat untuk membicarakan objek atau peristiwa disekelliling penutur atau budaya pada umumnya.

Kode, berfungsi metalingual atau metalinguistik bahasa digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri atau menjelaskan apakah bahasa itu. (p. 16)

Segi amanat (message) berfungsi imaginative, bhasa dapat digunakna untuk menaymapaikan pikiran, ide, persaan baik yang sebenarnya maupun yang imaginative (p. 17)

3 komponnen yang harus ada dalam komunnikasi

  1. Pihak yang berkomunikasi (participant) sender dan receiver
  2. Informasi yang di komunikasikan (ide, gagasan, keterangan  pesan
  3. Media yang diugankan (p. 17) alat yang digunakan klmunikasi verbal (menggunkana bahasa sebagai alatnya, dan komounikasi non verbal (komunikasi yang menggunkan alat bukan bahasa, seperti  bunyi peluit, cahaya, berupa kode yang sama sama dipahami oleh pihak participant (p. 20)
Setiap perbuatan manusia dapat memberikan informasi baik sengaja maupun tidak sengaja, informasi yang benar atau hanya pura, pura. (p. 20)

Komunikasi bahasa

Berlangsungnya komunikasi bahasa

Participant dua pihak yang terlibat sender dan receiver

Ujaran: Ujaran kalimat yang diguankan untuk menyampaikan pesan (gagasan, ide pikiran). Semantic ekoding: proses mempersiapkan kerangka gagasan yang ingin disampaikan oleh sender. Gagasn itu disusun dalam dalam bentuk kalimat kalimat grammatical, proses memendahakan gagasan dalalm bentuk kalimata yang grammatical disebut grammatical encoding. Kemduaian diucapkan . proses pengucapan kalimat ini dinamakan phonological encoding.

Kemudian ujaran tadi diterjemahkan (didecoding) oleh penerima, pada awalnay ujaran tadi merupakan stimulus untuk diterjemahakan  (phonological decoding) di ikuti oleh proses grammatical decoding dan kahirnya dengan proses semantic decoding .(p. 21)

Hambatan dalam proses komunikasi

  • Kebisingan
  • Tempat berlangasungnya komounikasi
  • Pendengaran yang kurang
  • Komunikasi searah dan dua arah, percakapan dan khotabah, dlam duaarah pendegar dapat menjadi pembicara dan sebaliknya
  • Umapn balik dapat diajadikan dari respon yang dilalukan oleh pendegar
  • Aspek dalam bahsa sebagai komunikasi
  • Aspek lingustik mencakup tataran, fonologgis, morphologis dan sintaksis ketiga komponen ini mendukung tebentuknya semantic (yang didaalmnay terdapat makna, ide gagasan, konsep) (p. 21)

Aspek non lingusitik atau paralingustik

  1. Kualitas ujaran yaitu pola ujaran seseorang seperti suara tinggi ( falsetto), (staccato ) suara terputus- putus dan lainnya.
  2. Unsur supra segmental yaitu tekanan (stress), nada (pitch) dan intonasi
  3. Jarak dan gerak-geriktubuh, seperti gerakantangan , anggukan kepada dan sebagainya
  4. Rabaan, yakni yang berkenaan dengan indera prasa dan kuit
Secara bersama sama kedua aspek tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi, bersama dengan konteks situasi membentuk atau membangun situasi tertentu dalam proses komunikasi.

Kesalahan berbahasa anakes

Kesalahan berbahasa ada tiga kelompok (Richards, 1973; 97-98) interference errors are instances where the characteristics of one language are being carried over into another. Intralingual Errors are those which reflect general characteristics of rule learning, such as faulty federalization, incomplete application of rules and failure to learn conditions under which the rules apply. Developmental errors illustrate the learner attempting to build up hypothesis about the english langluager from hid limited experience of it classroom or a text book. (p. 140)
  1. Interference errors
  2. Intralingual errors
  3. Developmental errors

Anakes dibedakan menjadi dua

Anakes tradisional, kesalahan secara umum seperti penggunaan artikel, penghilangna artikel dalam bahasa inggris atau kesalahan penggunaan imbuhan, (p. 141)

Kesalahan berbahasa

Mistake dan error (Pit. S. Corder, 1981: p. 16)
  1. Kesalahan yang terjadi secara sistematis pada tutur sesoerang
  2. Kesalahan yang terjadi secara tidak sistematis
Noam Chomsky kesalahan dalam berbahasa ada dua performance dan competence
  1. Mistake = penympingan yang disebabkan oleh faktor faktor performance seperti keterabtasan ingatan, mengeja dalam lafal, tekanan emosional, dan sebagangay, mudah diperbaiki saat penutur di ingatkan, karena penutur sudah memiliki knowledge tentang bahasa tersebut
  2. Error = Merupakan penyimpakan yang sistematis dan konsisten dan menjadi cirri khas learner pada tingkat tertentu (P. 143)

Klasifikasi kesalahan berbahasa

Kesalahan berbahasa dapat dikelompokan menjadi:
1. Siswa-siswa belajar bahasa kedua memanipulasi secara tidak sadar undur-unsur permuakaan bahasa yang dipelajari secara sistematis
  • Penghilangan butir butir bahasa yang tidak memegang peranan yang pentingu untuk makna sebuah kalimat.
  • Penandaan ganda pada bentuk semantic yang tidak perlu
  • Ketaatan pada kaidah yang ada. Pada umumnya siswa pelajar bahasa kurang mengenal “kecualian” dalam bahasa ajaran
  • Salah letak. Sering runtun yang terjadi ini tidak sama dengan bahasa sasaran
2. Developmental errors, kesalahan keberkembangan. Kesalahan saat mulai belajar suatu bahasa yang dimungkin kan salah dalam proses kebahasa yang benar (P. 144)

Methodology analisis kesalahan

  1. Pengumpulan data hasil karya atau ujian
  2. Indentifikasi kesalahan baik yang mendapat perhatian khusus atau dengan tujuan tertentu
  3. Klasifkasi atau pengelompokan kesalahan
  4. Pernyataaan tentang frekuensi tipe kesalahan
  5. Identifikasi lingkup tipe kesalahan
  6. Usaha perbaikan (p. 145)
Sosiologi merupakan kajian yang objectif dan ilmiah megenai manusia di dalam masyarakat dan mengenai lembaga-lembaga dan proses social yang ada di dalam masyaraka. Berusaha mengatahui bagaimana masyarakat itu terjadi berlangsung dan tetap ada, bagaimana manusia menyesuaikan diri dengan lingkunganya, bersosialisasi dan menempatkan diri dan menempatkan diri pada tempatnya di masyarakat (p. 2)

Linguistic bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa  sebagai objek kajianya. Sosiolinguistik adalah bidang ilmu antar disiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitanya dengan penggunaan bahasa itu dalam masyarakat (p. 2)

Baca: Konsep Dasar Sosiolinguistik

Sumber
Abdul Chaer dan Leonie Agustina. (2004). “Sosiolinguistik Perkenalan Awal”. Jakarta : Rineka Cipta.

Beli Buku Sekarang

Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Edisi Revisi)

Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia (Edisi Revisi)

Linguistik Umum (Edisi Revisi)

0 Response to "Rangkuman Buku Sosiolinguistik Perkenalan Awal (Abdul Chaer)"

Posting Komentar