Syarat dan Aturan Penerjemahan Teks Sastra

Sastra merupakan salah satu karya seni yang disajikan dalam bahasa. Penyampaian sastra syarat dengan estetika. Terkait dengan penerjemahan sastra tidak hanya pengalihbahasaan unsur linguistik, tetapi perlu memperhatikan aspek karya sastra yaitu: seni, ruh karya asli, ungkapan sesuai dengan perasaan, penyampaian pesan asli secara jelas tanpa mengubah gaya bahasa, dan ragam aslinya. Pemahaman tentang penerjemahan teks sastra sesuai dengan teori dan konsep yang ada. Penerjemahan teks yang berbeda dengan teks lainya karena teks sastra yang mengandung unsur internal dan eksternal.

Penerjemahan teks susastra perlu memperhatikan unsur kesusastraan baik unsur intrinsik dan eksterinsik. Teks sastra terjemahana adalah sebuah teks sastra sendiri yang dianggap berbeda dengan karya sastra bahasa aslinya. Sebuah teks sastra berbahasa Inggris maka diasumsikan sebagai susastra Inggris. Jika teks tersebut telah di terjemahkan dalam bahasa Indonesia maka telah menjadi susastra Indonesia, sehingga diperlukan konsep yang tepat dalam penerjemahan teks susastra

Konsep penerjemahan teks susastra berusaha untuk menjembatani perbedaan ruang dan waktu dari karya yang lama ke bentuk karya yang baru yang mudah dipahami. Karya sastra terjemahan secara otomatis akan menjadi milik bahasa target sehingga menambah kekayaan kesusastraan. Karya sastra syarat akan unsur estetika yang memiliki bahasa yang khas yang cenderung menimbulkan multitafsir, oleh karena itu itu seorang penerjemah teks susastra harus memahami teori penerjemahan dan teori kesusastraan. 

Pembaca sasaran karya sastra harus diperhatikan dalam menerjemahkan teks sastra. Teks sastra dapat dikonsumsi oleh semua kalagan yaitu anak- anak, remaja, dan dewasa. Setiap target pembaca memiliki jenis karya sastra masing – masing. Secara umum pembaca teks sastra dibagi menjadi dua yaitu sastra anak dan sastra. Sastra anak dam sastra dewasa memiliki perbedaan dalam berbagai hal. Mulai dari bahasa yang digunakan, alur cerita, konflik yang diberikan, dan jenis cerita. Hal tersebut disesuaikan oleh penerjemah agar tidak terjadi ketimpagan pemahaman.

Pengertian Susastra

Sastra merupakan karya seni yang melibatkan seni kreatif dan keindahan disampaikan dalam bentuk bahasa. Karya sastra menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan juga Tuhan. Karya sastra bukan hasil kerja lamunan belaka, melainkan juga penghayatan sastrawan terhadap kehidupan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab sebagai sebuah karya seni (Nurgiyantoro, 1998: 3).

Karya sastra dibagi menjadi dua yaitu karya sastra fiksi dan non fiksi. Bentuk karya fiksi antra lain yaitu: novel, prosa, puisi, dan drama. Karya sastra non fiksi yaitu catatan pribadi, biografi, autobiografi, dan memoar. Baik karya sastra fiksi dan non fiksi sangat kental dengan sosial dan budaya dari suatu masyarkat. Tidak seperti produk-produk biasa, sastra memiliki ciri yang khas dan itu tidak dijumpai pada karya lain. Sastra menyimpan titipan pesan, moral, kritik pengarangnya yang disisipkan di antara untaian kata-kata yang indah, sehingga mengandung fungsi estetika antara lain: (1) Ekspresi sastrawan atau penulis. (2) Mengandung emosional. (3) Efek keindahan ungkapan (4) Efek keindahan. (5) Bunyi.

Syarat penerjemah teks susastra

Dalam menerjemahkan sastra terkait dengan budaya dan bahasa dari dua bahasa. Budaya melibatkan nama, sejarah, agama, kepercayaan, tradisi, kebiasana, struktur sosial. Selain itu juga memperhatikan sosiokultural dari bahasa sumber terlebih karya sastra bukan hanya untuk dibaca sendiri melainkan juga untuk dibaca orang lain. Dapat disimpullan bahwa penerjemahan sastra merupakan proses menulis ulang makna atau pesan yang terkandung di dalam suatu naskah ke dalam naskah yang ditulis di dalam bahasa lain dengan menghadirkankembali (mempertahankan) keindahannya. 

Menurut Zuchridin dan Sugeng (2003) seorang penerjemah karya sastra harus membekali diri beberapa hal (Syarat penerjemahan teks susastra) yaitu (a) memahami bahasa sumber hampir sempurna, (b) menguasai dan mampu memahami bahasa sasaran dengan baik, benar dan efektif, (c) mengetahui dan memahami sastra, apresiasi sastra, serta teori terjemahan, (d) mempunyai kepekaan terhadap karya sastra, (e) memiliki keluwesan kognitif dan sosiokulktural dan, (f) memiliki keuletan dan motivasi yang kuat”. Dengan memenuhui syarat tersebut maka penerjemahan teks sastra akan dapat tersampaikan baik dari pesan maupun estetikanya.

Aturan penerjemahan sastra

Beberapa aturan umum dalam menerjemahkan teks sastra. Berikut ini salah satu contoh aturan pada penerjemahan naskah prosa fiksi dikemukakan oleh Belloc yang dikutip oleh Bassnett-McGuire (1991:116) antara lain:
  1. Mempertimbangkan keseluruhan karya
  2. Idiom menjadi idiom
  3. Maksud menjadi maksud, muatan emosi pada Bsu dan Bsa
  4. Waspada strutkur yang sama tetapi sebenarnya berbeda
  5. Menerjemahkan dengan tegas agar makna tersampaikan pada Bsa
  6. Tidak membuhuhi cerita menjadi lebih indah atau buruk dengan cerita asli
Pelaksanaan penerjemahan sastra dengan mengalihbahasa ke bahasa target dengan menyampaikan pesan secara estetika, tetapi tetap melibatkan faktor budaya, sejarah, nilai, rasa, politik, sosial, dan cara berfikir. Selain itu, penerjemahan sastra perlu memperhatikan keabsahan terhadap kebenaran hasil terjemahan. Salah satu karya sastra seperti puisi dapat diterjemahkan dengan beberapa metode penerjemahan tertentu, salah satunya yaitu metode penerjemahan interpretasi pada puisi yang diungkapkan oleh Bassnett. 

Daftar Pustaka
  • Bassnett-McGuire, S. 1991. Translation Studies. London: Routledge.
  • Nurgiyantoro, B. 1998. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  • Zuchridin, S. & Hjariyant, S. 2003. Translation: Bahasa Teori Dan Penuntun Praktis Menerjemahkan. Yogyakarta, Kanisius,h. 153.

Beli buku sekarang

Penerjemahan Bahasa Inggris-Indonesia (Teori dan Praktik)

Bahasa Dan Terjemahan

Kaya lewat Terjemahan: Menyingkap Rahasia Sukses Bisnis Alih Bahasa

Metode Penelitian Linguistik Terjemahan

Al-Quran disertai Terjemahan & Transliterasi

Kamus Besar Bahasa Indonesia

0 Response to "Syarat dan Aturan Penerjemahan Teks Sastra"

Posting Komentar