Upaya Pemertahanan Bahasa agar Tidak Punah

Seperti halnya dengan budaya lainya, jika ada trend celana senam di era delapan puluhan yang sangat digemari generasi muda, tetapi sekarang sudah tidak dipakai lagi, mungkin itulah yang terjadi pada bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Melihat pesatnya perkembangan teknologi yang dibawa dengan bahasa Inggris dan peran bahasa Inggris sebagai lingua franka dunia semakin menekan bahasa lainya. Terlebih semakin banyak masyarkat tutur dan media massa yang lebih suka menggunakan bahasa asing. Menyikapi hal tersebut perlunya pera, cara, dan upaya pemertahanan bahasa agar tidak lenyap dari peredaran yang bisa dikaji dalam kajian sosiolinguistik.


1. Pembinaan terhadap masyarakat tutur

Salah satu upaya pemertahanan bahasa (language maintenance) adalah dengan melakukan pembinaan terhadap masyarakat tutur. Tindakan ini dapat dilakukan oleh masyarkat tutur itu sendiri, organisasi masyarakat, sekolah, dan lembaga lain dengan tindakan seperti:
  1. Mengadakan lomba atau sayembara kebahasaan berupa pidato, menulis cerpen, cerbung, dan lain lain
  2. Penggunan bahasa dalam tuturan sehari - hari, di dunia pendidikan, dan pada acara - acara yang diadakan di masyarkat tutur.

2. Peran pemerintah

Uapaya pemertahanan sejauh ini adalah dengan adanya pusat bahasa yang mewadahi bahasa nasional dan pusat bahasa dearah yang mewadahi bahasa daerah. Peraturan nasional tentang kebahasaan bahasa nasional Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan.

Pada pasal 25 ayat 3 menyebutkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa. Pada Pasal 30 ayat 1 Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.

3. Kapan bahasa dipertahankan

Mungkin muncul pertanyaan tentang sejak kapan bahasa mulai dipertahankan? Pada dasarnya bahasa sudah dipertahanan sejak bahasa itu ada, akan dilakukan secara eksplisit. Upaya pemertahanan biasanya baru diidentifikasi saat mulai rawan, terancam atau muncul saat gejala- gejala, misal masuknya pengaruh bahasa Inggris yang digunakan pada tuturan generasi muda.

Bertolak pada bahasa Indoneisa, mungkin sekarang ini tidak dalam status aman, akan tetapi bagaiamana generasi berikutnya terlebih menghadapi Masyarkat Ekonomi ASEAN (MEA). Mungkin generasi setelah kita akan lebih cenderung mempelajari bahasa Indonesia, mandarin, dan bahkan Indonesia akan ditinggalkan.

Disisi lain, perlu dipikirkan karena warga negara asing sekarang ini sudah belajar bahasa Indonesia untuk menglenggangkan kedidupanya lebih baik di Indonesia dalam MEA, misal di Tailand sudah ada sekolah yang belajar bahasa Inodnesia. Kitapun sebagai WNI juga harus bisa belajar bahasa negara MEA Lainya misal bahasa Tailand, Inggris, dan mandarin.

Baca: Dampak Negatif Bahasa yang Tidak Dipertahankan

Tindakan yang dapat dilakuan pemerintah dalam ranah hukum misalnya harus ada payung hukum bahasa misalnya Undang - Undang, Perda, atau Kebijakan yang mengatur pemaikaian bahasa dan siapa yang menggunakanya hampir. Contoh bahasa jawa harus diigunakan dalam apa bidang dan kegiatan apa apakah di dunia pendidikan, kegiatan kenegaraan, dan lain -  lain.

0 Response to "Upaya Pemertahanan Bahasa agar Tidak Punah"

Posting Komentar