Metode penerjemahan, Berikut Penjelasan: Metode Struktural dan Semantik


Istilah metode dalam hal ini merujuk pada konsep yang sama dengan prosedur. Kata prosedur berarti urutan yang formal. 

Zuchridin Suryawinata (2007:67-76) membagi metode ke dalam dua bagian besar, yaitu metode struktural dan semantik.

a. Metode Struktural

Ada tiga metode dasar yang berkenaan dengan masalah struktur, yaitu penambahan, pengurangan, dan transposisi

1) Penambahan

Penambahan di sini adalah penambahan kata-kata di dalam Bsa karena struktur BSa memang menghendaki begitu. Penambahan jenis ini bukan merupakan gaya atau pilihan, melainkan sebuah keharusan.

2) Pengurangan

Pengurangan artinya adanya pengurangan elemen struktural di dalarn BSa. Seperti halnya penambahan, pengurangan  ini merupakan keharusan, karena sistem penyampaiannya harus demikian.

3) Transposisi

Transposisi adalah penggantian satu unit gramatikal  dengan unit gramatikal yang lain.

Transposisi bisa juga terjadi antara dua bahasa, yakni melibatkan pergantian struktur dalam BSu dengan struktur yang berbeda dalam BSa dengan maksud agar bisa mencapai efek yang sama dalam bahasa sasaran, menyerupai efek dalam bahasa aslinya. 

b. Metode Semantik

Metode semantik adalah metode penerjemahan yang dilakukan dengan pertimbangan makna. 

Metode ini terdapat pada tataran kata, frasa \, klausa juga kalimat. Metode semantis terdiri dan metode-metode berikut.

1) Pungutan

Pungutan adalah metode penerjemahan yang membawa kata BSu ke dalam teks BSa. Pungutan bisa mencakup transliterasi dan naturalisasi. 

Transliterasi adalah metode penerjemahan yang mempertahankan katakata BSu tersebut secara utuh, baik bunyi atau tulisannya. Naturalisasi adalah kelanjutan dan transliterasi. 

Dengan naturalisasi kata-kata Bsu itu ucapan dan penulisannya disesuaikan dengan aturan bahasa BSa.  Naturalisasi ini juga sering disebut dengan adaptasi.

2) Padanan Budaya

Dengan metode ini penerjemah menggunakan kata khas  dalam Bsa untuk mengganti kata khas di dalam BSu. 

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah, kata yang khas budaya BSu diganti dengan kata yang juga khas di dalam BSa.

3) Padanan Deskriptif dan Analisis Komponensial

Padanan ini berusaha mendeskripsikan makna atau fungsi dan kata BSu. Padanan deskriptif ini sering kali ditempatkanmenjadi satu dalam daftar kata-kata atau glossary.

 Metode lain adalah analisis komponensial. Di sini sebuah kata BSu diterjemahkan ke dalam Bsa dengan cara memerinci komponen-komponen makna kata Bsu tersebut.

4) Sinonim

Penerjemah bisa juga menggunakan kata BSa yang kurang lebih sama untuk kata-kata BSu yang bersifat umum jika tidak mau menggunakan analisis komponensial. 

Metode ini diambil karena analisis komponensial dirasa bisa mengganggu alur kalimat Bsa.

5) Terjemahan Resmi
Metode lain yang sering digunakan adalah terjemahan resmi yang telah dibakukan.

 Penerjemah yang mengerjakan naskah dan bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia perlu memiliki Pedoman Pengindonesiaan Nama dan Kata Asing yang dikeluarkan oleh Pusat Pengembangan dan  Pembinaan Bahasa, Depdikbud RI.

6) Penyusutan dan Perluasan

Penyusutan artinya penyusutan komponen kata BSu. Contohnya adalah penerjemahan kata “automobile” menjadi “mobil”. 

Di sini elemen kata “auto” dihilangkan. Jadi, kata “automobile” mengalami penyusutan. Perluasan adalah lawan penyusutan. 

Di sini unsur kata diperluas di dalam BSa. Contohnya adalah penerjemahan “whale” menjadi “ikan paus”.

7) Penambahan

Penambahan ini dilakukan karena pertimbangan kejelasan makna. 

Penerjemahan memasukkan informasi tambahan di dalam teks terjemahannya karena ia berpendapat bahwa pembaca memang memerlukannya. 

Informasi tambahan ini bisa diletakkan di dalam teks, di bagian bawah halaman (berupa catatan kaki), atau dibagian akhir dan teks.

8) Penghapusan

Penghapusan berarti penghapusan kata atau bagian teks BSu di dalam teks BSa.

Dengan kata lain, penghapusan berarti tidak diterjemahkannya kata atau bagian teks BSu di dalam teks BSa. 

Pertimbangannya adalah kata atau bagian teks BSu tersebut tidak begitu penting bagi  keseluruhan teks BSa dan biasanya agak sulit untuk diterjemahkan.

9) Modulasi

Modulasi adalah metode untuk menerjemahkan frasa, klausa, atau kalimat.

Penerjemah memandang pesan dalam kalimat BSu dari sudut yang berbeda atau cara berpikir yang berbeda. 

Metode ini digunakan jika penerjemahan kata-kata dengan makna literal tidak menghasilkan terjemahan yang wajar atau luwes.

Agung Prasetyo
Agung Prasetyo Saya, Agung Prasetyo (Agungnesia) adalah seorang content writer sekaligus pemilik JadwalTravel.com, JadwalTravel.info, dan LinguistikId.com yang melayani JASA PEMBUATAN website dan JASA ARTIKEL SEO di agungnesia.com

Posting Komentar untuk "Metode penerjemahan, Berikut Penjelasan: Metode Struktural dan Semantik"