Empat Era Metode Pengajaran Bahasa

Pada era prametode ini lebih berbicara kepraktisan dalam pembelajaran bahasa asing tanpa upaya membuktikan secara sistematik bahwa cara mengajar tertentu lebih baik dari cara yang lain. Di era prametode telah berlangsung dari zaman kuno sampai tahun 1940 dan selama masa ini berkembang sedikitnya 4 metode pengajaran bahasa, yaitu: metode tatabahasa-terjemahan (MTT), metode langsung (ML), metode kompromi (MK), dan metode membaca (MM) Suwarish, 2013: 15. masing-masing akan diuraikan secara singkat.




1. Metode Tata Bahasa Terjemahan (MTT)

Metode tatabahasa-terjemaha bahkan tidak memerintahkan pembelajaran bahasa untuk tujuan sosial. Metode ini digunakan untuk tujuan pelatihan mental/pikiran, dengan karya sasra dijadikan sebagai materi utama untuk diterjemahkan dari dan kedalam bahasa sasaran (Howatt & Widdowson, 2004; Stern, 1983: 455). Tujuaanya adalah untuk mengembangkan keterampilan tatatbahasa terjemahan sebagai langkah awal yang perlu dilakukan bagi kajian sasra dan untuk mengembangkan disiplin mental.

2. Metode Langsung

Dunia baru industri dan perdagangan internasional berkembang sebagai akibat dari keberhasilan revolusi industri di Eropa pada abad ke-19 telah ikut pula mendorong perkembangan metode langsung pengajaran bahasa yang dipelopori oleh Berlitz dan Gouin yang gerakannya juga didrong oleh kekecewaan terhadap teori dan praktek metode tatabahasa-terjemahan (Celce-Murcia, 2001: 6: Stern, 1983: 456). Bertolak belakang dari metode tatabahasa-terjemahan, metode langsung harus menggunakan bahasa sasaran sebagai bahasa pengantar dan komunikasi dalam kelas bahasa asing dan menghindari dua hal berikut: a). penggunaan bahasa ibu siswa, b). teknik terjemahan(Stern, 1983: 456). Oleh sebab itu, metode langsung hanya dapat digunakan oleh guru yang fasih berbahasa sasaran. Selain itu, dia harus mahir memberikan ilustrasi (lewat gambar atau gerak) dan demonstrasi yang mengiringi penyajian kata, frasa, atau ungkapan untuk membantu para siswa memahami maksudnya mengingat semua penyajian dilakukan dalam bahasa sasaran.

3. Metode Kompromi

Metode ini digunakan dengan dikombinasi dengan teknik-teknik tatabahasa terjemahan, khususnya terjemahan dan penjelasan tentang aturan-aturan tatahasa. Untuk tingkat awal pemelajaran bahasa, metode langsung ini digunakan sepenuhnya, sedangkan ditingkat lebih tinggi digunakan bersama dengan beberapa teknik penerjemahan, khususnya untuk pemelajar dewasa (Stern, 1983:m101).

4. Metode Membaca

Metode ini dikembangkan di India sebagai reaksi terhadap masalah-masalah yang dialami dalam menerapkan metode langsung. Membaca dipandang sebagai keterampilan yang paling bermanfaat dalam belajar bahasa asing mengingat tidak banyak orang yang melakukan perjelanan ke luar negeri pada masa itu. Selain itu, hanya sedikit guru dapat berbicara bahasa sasaran secara cukup fasih untuk dapat menggunakan metode langsung secara efektif di kelas.

Baca: Konsep Pengajaran Membaca dalam Bahasa Inggris

Referensi
Suwarsih, Madya, (2013), Metodologi pengajaran bahasa; dari era prametode sampai era pascametode. Yogyakarta: UNY Press.

1 Response to "Empat Era Metode Pengajaran Bahasa"