Kaidah DM Bahasa Indonesia

Kita mengenal kaidah DM (Diterangkan Menerangkan) dalam aturan gramatikal Bahasa Indonesia. Berbeda dengan tata bahasa Bahasa Inggris yang menggunakan MD (Menerangkan Diterakngkan). Seiring dengan perkembangnya terutama kontak bahasa mengakibatkan kekacaun kaidah DM menjadi DM. Bahkan seolah - olah tidak ada perbedaan antar kedua.


Sebagai salah satu contoh, penutur Bahasa Indonesia pastika akan mengalami kesulitan dalam menentukan "Media Sosial" atau "Sosial Media". Mana yang lebih tepat?

Apabila melihat paradigmanya tujuan dari tata bahasa adalah untuk memetakan fenomena bahasa. Setelah ditentukan sebagai sebuah aturan kebahasaan maka aturan tersebut menjadi acuan dalam penulisan maupun dalam pengucapan. Meskipun diawal aturan tata bahasa berdasarkan fenomena yang sedang berlangsung. Lalu apa jadinya jika tata bahasa yang sudah mapan justru dilanggar.

Hal ini akan menimbulkan multi tasfir terhadap sebuah suatu kata. Seperti halnya pada kaidah MD. Apabila pembaca atau pendengar mendegar farasa MD maka menimbulkan makna yang berbeda meskipun maksudh dari pembicara adalah kaidah DM. 

Oleh sebab itu, itulah pentingnya penggunaan kaidah DM dalam tata bahasa Indonesia. Lalu apa itu kaidah DM. 

Kaidah DM

Kaidah Diterangkan Menerangkan atau lebih dikenal DM adalah tata aturan penulisan frasa Bahasa Indonesia. 

D artinya Diterangkan

M artinya Menerangkan

Kaidah ini tidak terpisah satu sama lain, maka apabila ada dua kata yang menjadi satu frasa akan berlaku DM secara otomatis bagi pembaca atau pendengar Bahasa Indonesia. Berikut contohnya

Buku Hijau

Buku: Diterangkan
Hijau Menerangkan

Pada frasa Buku Hijau artnya ada sebuah buku yang dijelaskan oleh warna, yakni Buku Berwana Hijau. 

Makna buku berwarna hijau akan berbeda apabila frasa tersebut dibalik

Hijau Buku

Pada kaidah bahasa Indonesia berkalu konsep DM, maka makna yang terlihat dari frasa tersebut bukanlah buku berwarna hijau, tatapi bisa bermakna sesuatu yang hijau di buku, noda hijau di buku, sesuatu berwana hijau menutupi buku, sampul buku berwana hijau, dan lain sebagainya.

Kadiah Media Sosial/ Sosial Media

Setelah mengetahui kaidah tersebut, maka kita akan dapat dengan mudah menentukan aturan gramatikal DM pada "Media Sosial/ Sosial Media"

Media Sosial

Media Sosial artinya media yang digunakan untuk bersosialisasi. Pada pengertian ini berarti ada sesuatu atau barang tertentu yang digunakan untuk bersosialisasi. Dalam hal ini artinya adalah media tersebut berupa aplikasi untuk melakukan kegiatan sosialisasi (interaksi).

Sosial Media

Sosial Media bisa berarti aktivitas sosial yang dilakukan di media misalkan seseorang yang melakukan sosialiasi dengan media tertentu. Media yang digunakan bisa apa saja bukan hanya tertuju pada suatu aplikasi terentu secara daring.
Itulah tata aturan DM Bahasa Indoensia. Penggunaan kadiah DM sangat penting agar tidak muncul multi tafsir. Terlebih banyaknya pengguna di media sosial yang mendorong semakin cepatnya penyebaran informasi dari satu speaker kepada banyak receiver.


Dapatkan udpate travel terbaru

0 Response to "Kaidah DM Bahasa Indonesia"

Posting Komentar